Kader Posyandu adalah relawan kesehatan berbasis masyarakat yang berperan penting dalam pelayanan kesehatan dasar, khususnya ibu dan anak (KIA), gizi, dan stunting. Tugas utamanya meliputi pelayanan hari buka (pendaftaran, timbang, ukur) serta kunjungan rumah untuk edukasi dan pendataan kesehatan warga. Kader berfungsi sebagai penggerak, pendidik, dan pencatat data kesehatan.
Berikut adalah poin-poin penting mengenai kader Posyandu:
Pendaftaran: Bayi, balita, ibu hamil, dan PUS (Pasangan Usia Subur).
Penimbangan & Pengukuran: Berat badan, tinggi/panjang badan, lingkar lengan atas (LILA), dan lingkar kepala
.
Tugas di Hari Buka Posyandu (5 Langkah)
Pencatatan: Memplot hasil di Buku KIA atau KMS.
Penyuluhan: Edukasi gizi, kesehatan ibu anak, dan PHBS.
Pelayanan Kesehatan: Pemberian suplemen (vitamin A, tablet besi), makanan tambahan (PMT), dan rujukan.
Tugas di Luar Hari Buka:
Kunjungan Rumah: Memantau kesehatan sasaran, terutama yang tidak hadir di Posyandu, serta melakukan edukasi.
Penggerak Masyarakat: Mengajak ibu hamil dan balita untuk aktif ke Posyandu.
Surveilans: Melaporkan masalah kesehatan setempat ke tenaga kesehatan.
Kompetensi Dasar (25 Kompetensi): Kader kini dilatih dalam bidang KIA, gizi, pencegahan penyakit, manajemen Posyandu, dan integrasi layanan primer (ILP).Tingkatan Kader Posyandu (ILP): Terdapat pembagian tingkat keterampilan menjadi Purwa, Madya, dan Utama.Peran Penting: Membantu menurunkan angka kematian ibu dan bayi, serta mencegah stunting melalui pemantauan tumbuh kembang.
Kader Posyandu berperan sebagai penghubung antara masyarakat dan Puskesmas, serta menjadi ujung tombak dalam menciptakan masyarakat yang lebih sehat